Halaman

Anak Kambing dan Serigala

Seekor anak kambing berjalan sendirian di tepi jalan. Ia tertinggal dari rombongan kambing yang lain. Rombongannya telah lebih dahulu pulang dikawal oleh anjing-anjing Pak Gembala. Sebentar-sebentar ia menengok ke belakang. Sebentar-sebentar ia menengok ke kanan. Lalu menengok ke kiri. Perasaannya gundah, ia merasa sedang diawasi.
Dan benar saja, tak jauh di belakangnya, di balik rerumputan, anak kambing melihat sebuah moncong panjang yang berbulu. Dua buah mata kuning menatap dari balik rumput. Segera saja ia melihat seekor serigala tersenyum menyeringai menunjukkan deretan gigi-gigi tajam di dalam mulutnya.
Tanpa diperintah lagi, anak kambing lari terbirit-birit secepat yang ia mampu. Tapi kakinya yang kecil tidak mampu membawanya menandingi kecepatan serigala yang berlari mengejarnya. Segera saja ia terpojok di sebuah kelokan jalan.
Sadar ia tak mampu lagi menjauh dari pengejarnya, si anak kambing berhenti lalu berbalik menghadap ke arah serigala.
“Hmph! Mau lari kemana kamu, kambing kecil?” geram serigala.
“Aku tahu aku tak bisa melarikan diri dari dirimu, Pak Serigala... Aku tahu kamu tidak akan mengampuniku, kamu akan segera memakan aku,” anak kambing menjawab, menghela nafas, lalu melanjutkan kata-katanya dengan suara memelas “Aku tak akan lari lagi, tapi aku mohon kabulkan permintaan terakhirku.”
“....Dan apa permintaanmu?” tanya serigala.
“....Hmmm,” anak kambing berpikir sejenak, lalu mengembik pelan, “Aku mohon agar aku diijinkan menari terakhir kalinya diiringi tiupan seruling yang kau bawa itu, Pak Serigala!” Anak kambing memohon sambil menunjuk sebuah seruling yang terikat di pinggang serigala. Serigala itu memang senang meniup seruling kesayangannya ketika sedang bersantai di hutan kediamannya. 

Serigala berpikir sejenak, lalu ia pikir tidak ada salahnya bersenang-senang dahulu sebelum santap sore. “Baiklah!” ia lalu mengambil serulingnya dan meniupnya dengan riang.
Tulilat, tulilut, tulalit, tulilat! Tilalit, tilulit, tilulat, tilalit!
Anak kambing menari diiringi alunan seruling.
Anjing-anjing Pak Gembala sedang berjalan kembali ke ladang. Mereka sadar telah kehilangan si anak kambing. Telinga mereka langsung tegak ketika mendengar suara seruling, lalu pergi mencari asal suaranya.
Tulilat, tulilut, tulalit, tulilat! Tilalit, tilulit, tilulat, tilalit!
Mereka mengintip dari balik semak ...dan menyaksikan anak kambing menari diiringi tiupan seruling seekor serigala! Segera saja mereka melompat keluar semak dan mengejar serigala yang juga melompat terkejut dan lari tunggang langgang.
Kawanan anjing gembala lalu kembali pulang, menjaga anak kambing selamat tiba di peternakan.

Terjemah bebas dari The Kid and The Wolf, www.aesopfables.com

Pesan : dalam keadaan terjepit, gunakan kepandaian dan berpikir cerdik untuk bisa selamat dari bahaya.