Halaman

Rambut Palsu Singa

Di dalam hutan tinggal seekor singa. Singa ini sedikit berbeda dengan singa jantan lainnya.
Apakah ia lebih kuat? Bukan!
Apakah ia lebih besar? Tidak!
Apakah ia lebih tampan? Sama sekali tidak!
Singa ini terkenal lucu. Apakah ini perbedaannya? Hampir tepat, tetapi belum benar.
Singa ini adalah seekor singa jantan lucu yang botak. Ya! Di kepala singa ini tidak tumbuh satu helai rambut pun. Perlahan-lahan rambut di surainya rontok satu persatu hingga akhirnya tak bersisa. Ia sebenarnya malu untuk keluar dari sarangnya tanpa rambut, tapi apa daya tentunya setiap pagi ia harus keluar mencari makan. Oleh karena itu ia memiliki rambut palsu yang ia pakai setiap kali ia pergi.


Pagi ini pun ia pergi keluar dari sarangnya di hutan. Ia bermaksud pergi mencari makan ke padang rumput. Ketika tiba di persimpangan, di seberang jalan ia melihat singa-singa betina yang cantik jelita hendak menyeberang. Sebagai singa jantan yang tahu sopan santun, tentu saja ia harus menghormati para singa wanita itu. Ketika para singa betina itu lewat di depannya, ia lalu tersenyum lebar sekali dan membungkuk dengan santun.
Tak dinyana, tepat ketika rombongan singa betina lewat, sebuah angin kecil yang jahil bertiup. Angin itu meniup rambut palsu singa hingga terbang ke udara, meninggalkan kepala singa jantan yang gundul. Singa jantan berdiri di hadapan para singa betina dengan amat malu, dan lebih parah lagi dengan menunjukkan kepala gundulnya yang licin berkilau seperti semangka.
Tapi ia adalah seekor singa pandai yang lucu, walaupun pada awalnya malu bukan kepalang, ia malah berkata pada para singa betina itu. "Wah, wah, wah!" serunya sambil tersenyum. "Yah, mau bagaimana lagi. Bagaimana mungkin rambut orang lain mau diam di atas kepalaku? Sedangkan rambutku sendiri saja tidak mau tinggal di atasnya!"
Ia tersenyum lebar dan singa-singa betina yang jelita tertawa geli mendengar gurauannya.   

Terjemah bebas dari The Lost Wig, www.aesopfables.com

Pesan dari cerita ini : orang pandai pasti tahu jawaban yang tepat